ANALISIS KINERJA DENGAN PENDEKATAN BALANCED SCORECARD PADA PDAM KABUPATEN SEMARANG

Kamis, 04 November 2010

 ABSTRACT

To the face the increase of the current business environment into a more complex
situation, a method of performance measurement that can accurately and
comprehensively assess the company's performance is essentially needed. In this case
the method which can be used is the Balanced Scorecard. The objective of the Balanced
Scorecard method is to measure the performance of the company from four perspectives,
namely: learning and growth perspective, internal business process perspective,
customer perspective and financial perspective.

The researcher conducted the research on PDAM Semarang District using the
data from 2006-2008 to analyze the financial perspective, while for other perspectives
using company data and calculation of questionnaires distributed to employees of PDAM
Semarang District.

The results of the research reveals that the overall performance of PDAM
Semarang District is good enough, it is indicated by the value generated from the
respective scorecards of each perspective. The conclusion that can be derived through
the analysis is that the Balanced Scorecard is the best method in assessing the
performance of the company, since the Balanced Scorecard raises the important aspects
that are ignored by the traditional performance measurement, such as aspects of human
resources, systems used in a corporation, operational processes, and aspects of customer
satisfaction, so that the measurement results of the Balanced Scorecard is more accurate.
Accurate performance measurement is very important for management, both in the
process of planning, decision making, and controlling, and in realizing the vision and
mission of the corporation.

Keywords: Balanced Scorecard, Financial Perspective, Customers, Bussines Internal,
Learnings and growth.


ABSTRAKSI

Dalam menghadapi lingkungan bisnis yang semakin kompleks seperti saat ini
dibutuhkan metode pengukuran kinerja yang dapat menilai kinerja perusahaan secara
akurat dan menyeluruh. Dalam hal ini metode yang dapat digunakan adalah Balanced
Scorecard. Tujuan penggunaan metode Balanced Scorecard adalah untuk mengukur
kinerja perusahaan dari empat perspektif, yaitu: perspektif pertumbuhan dan
pembelajaran, perspektif proses bisnis internal, perspektif pelanggan, dan perspektif
keuangan.

Penulis melakukan pengukuran pada PDAM Kabupaten Semarang dengan
menggunakan data tahun 2006-2008 untuk menganalisis perspektif keuangan, sedangkan
untuk perspektif lainnya menggunakan data perusahaan dan perhitungan kuesioner yang
disebarkan kepada karyawan PDAM Kabupaten Semarang pada tahun berjalan.

Dari hasil pengukuran yang telah dilakukan diketahui bahwa kinerja PDAM
Kabupaten Semarang secara keseluruhan sudah cukup baik, hal tersebut ditunjukkan
dengan nilai Scorecard yang dihasilkan dari masing – masing perspektif. Kesimpulan
yang dapat diambil melalui analisis yang sudah dilakukan adalah bahwa Balanced
Scorecard merupakan metode yang terbaik dalam melakukan penilaian terhadap kinerja
perusahaan, karena Balanced Scorecard mengangkat aspek-aspek penting yang diabaikan
oleh pengukuran kinerja secara tradisional, seperti aspek sumber daya manusia, sistem
yang digunakan dalam perusahaan, proses operasional, dan aspek kepuasan pelanggan,
sehingga hasil pengukuran dengan Balanced Scorecard akan lebih akurat. Hasil
pengukuran kinerja yang akurat sangat penting bagi manajemen, baik dalam proses
perencanaan, pengambilan keputusan, dan pengendalian, serta dalam mewujudkan visi
dan misi perusahaan.

Keywords: Balanced Scorecard, Perspektif Keuangan, Perspektf Pelanggan,
Perspektif Bisnis Internal, Perspektif Pembelajaran dan Pertumbuhan.


 sini

0 komentar:

Poskan Komentar